Gejala Kanker Otak Menurut JenisnyaKesehatan 

RS Carolus Serpong: Inilah Gejala Kanker Otak Menurut Jenisnya

Kanker otak adalah tumor otak yang terdapat dan menyebar ke bagian lain otak dan tulang belakang. Tumor otak tidak semua ganas dan tidak dapat dikatakan sebagai kanker, ada juga yang bersifat jinak. Sebagai masyarakat yang rentan terhadap penyakit maka perlu melakukan beberapa hal dengan menjaga bahan makanan dan menghindari beberapa hal untuk mencegah munculnya sel kanker. Jika gejala tersebut muncul maka dapat mengunjungi RS Carolus Serpong di bagian klinik spesialis bagian syaraf.

Berikut adalah gejala kanker otak pada umumnya diantaranya:

  • Sakit kepala, dengan gejala mual dan muntah pada pagi hari saat bangun dan perlahan hilang saat siang jari dan frekuensi terjadinya akan lebih sering seiring berjalannya waktu dan rasa sakit semakin terus bertambah.
  • Gangguan penelitian, dimulai dengan penglihatan yang mulai kabur, hanya melihat dalam keadaan lurus, melihat lampu berkedip, pergerakan mata mulai mengalami perbedaan yang menyebabkan gangguan penglihatan beranjak parah hingga dapat menyebabkan kebutaan bagi penderita.
  • Kehilangan keterampilan motorik, menyebabkan penderitanya kehilangan keseimbangan dan mengalami kesulitan untuk mengatur keseimbangan gerak pada tubuh, hal ini membuat penderita sering mengalami peristiwa tersandung dan terjatuh dan membuat penderita membutuhkan orang lain sebagai penopang tubuhnya saat terjatuh.

Selain itu, mengalami mual dan muntah yang biasanya terjadi pada pagi hari dan tidak ada kaitannya dengan kondisi lainnya. Muntahannya berwarna hijau dan memunculkan gejala sakit kepala. Ada juga gejala kejang-kejang secara mendadak dan penderita akan kehilangan kendali bahkan kehilangan kesadaran durasinya sekitar 2-3 menit. Penderita juga mengalami kesulitan bicara akibat dari tumor yan tumbuh sekitar lobus temporal.

Berikut adalah gejala kanker otak menurut jenisnya diantaranya:

  • Astrositoma, muncul pada otak dan sumsum tulang belakang dan berpengaruh terhadap hubungan korpus kolosom untuk menyeimbangkan aktifitas dengan gejalanya adalah sakit kepala, gangguan mental, gangguan kognitif dan penurunan berat badan.
  • Glioblastoma multiforme, gejalanya tergantung pada lokasi tumor muncul dan penderita kehilangan selera makan, perubahan sifat dan penurunan sistem intelektual.
  • Giloma lainnya, ependymoma yang paling sering menyerang anak-anak dan remaja, oligodendroglioma merupakan tumor langka berkembang pada glial dan yang terjadi pada orang dewasa dan umumnya mengalami gangguan kognitif serta fungsi motorik, dan glioma campuran terbentuk di otak besar dengan gejala umumnya seperti meningkatkannya tekanan didalam otak dan perubahan sikap dan gangguan melihat.
  • Tumor otak lainnya, meningioma terjadi pada wanita berusia 30-50 tahun dan membuat tangan dan kaki lemah dan biasanya jinak dengan pertumbuhannya cenderung lambat, tumor hipofisis dengan gejala kelelahan haid, haid tidak teratur, kehilangan berat badan tiba-tiba dan menyerang orang dewasa diantara usia 30-50 tahun.

Setelah mengetahui beberapa gejala kanker otak maka perlu mengetahui beberapa sumber makanan yang dapat dikonsumsi. Brokoli merupakan sayuran yang bermanfaat mengandung antioksidan yang tinggi mencegah kanker otak. Teh hijau akan menjaga kesehatan otak dan membuat otak mendapatkan rangsangan yang baik. Dapat juga mengonsumsi kacang-kacangan sebagai menu makanan sehari-hari yang mengandung asam lemak dan berperan melindungi otak dari kanker.

Untuk mencegah kanker otak maka hindari dan kurangi konsumsi makanan yang sudah dibekukan karena dapat meningkatkan resiko kanker. Hindari konsumsi makanan cepat saji dan semua jenis makanan instan yang terlalu sering karena mengandung bahan kimia yang ditambahkan saat pengolahan. Setelah mengetahui gejala maka sebaiknya mengunjungi rumah sakit dengan spesialis lengkap. RS Carolus Serpong menyediakan pelayanan dan fasilitas kesehatan untuk penderita kanker.

Related posts

shares