Others 

Implementasi dan Potensi Kemajuan Smart City Kota Batu

Banyak yang menyamakan Kota Batu dengan Swiss-nya Provinsi Jawa Timur. Untuk mendukung tumbuh-kembangnya kawasan Jawa Timur tersebut, maka perlu sekali penerapan atau proses implementasi Smart City Kota Batu. Biar ke depannya tidak hanya sekadar julukan, namun juga mampu bersaing dengan negara maju seperti Swiss. Inilah prosesnya.

Menggandeng Lintasarta dalam Pengembangannya

Pada tahun 2017, pemerintah di Kota Batu menandatangani kerja sama atas implementasi Smart City dengan Lintasarta. Pilihan tersebut didasarkan oleh pengalaman profesional Lintasarta selama lebih dari 30 tahun. Tujuannya agar kebutuhan atas terwujudnya konsep Smart City di Kota Batu bisa berjalan dengan lancar.

Pihak Lintasarta juga memberi semangat kepada pejabat pemerintah serta warga Kota Batu untuk bekerja dan menciptakan saling ketergantungan. Dengan Smart City, maka informasi yang diberikan oleh pemerintah kota kepada masyarakat bisa lebih cepat tersampaikan. Begitu pun sebaliknya. Data-data tersebut nantinya akan disimpulkan demi solusi terbaik.

Targetnya Membangun Command Center dan Aplikasi

Adanya Command Center pada konsep Smart City sebelumnya sudah ada di Jakarta dan Bandung. Nah, meski masih baru, pembangunan Command Center serta aplikasi terkait sangat diperlukan. Kalau Smart City itu diibaratkan sebagai tubuh, maka Command Center sebagai otak yang menjadi media bagi setiap informasi.

Dengan kehadiran Command Center, maka warga setempat pun diajak berkreasi untuk membentuk aplikasi-aplikasi bermanfaat. Soalnya ke depannya, setiap kegiatan sudah bisa dicakup dengan adanya aplikasi. Dengan keberadaan aplikasi buatan developer anak bangsa, dimungkinkan terciptanya hubungan harmonis antara pemerintah, warga, dan generasi muda.

Mewujudkan Space untuk Laporan Masyarakat

Salah satu konsep Smart City Kota Batu yang hendak diimplementasikan oleh Lintasarta berhubungan dengan laporan masyarakat. Pada tahun-tahun sebelumnya, ada kesan, bahwa kalangan pemerintah sangat tertutup. Seakan data yang sampai di pemerintahan bisa diotak-atik sebisanya. Kondisi yang kurang transparan tersebut pun bisa menimbulkan kecurigaan.

Padahal, kemajuan negara bergantung sekali dengan kerja sama yang kompak antara pemerintah dengan warga. Dengan terwujudnya konsep Smart City, maka tercipta interaksi secara real-time antara masyarakat dengan pemerintah kota. Interaksi tersebut berwujud laporan yang disampaikan secara aktual. Jadi proses penanganan masalah bisa lebih cepat.

Menyediakan Informasi Kota

Tidak hanya implemetasi terhadap laporan masyarakat, tetapi juga ada informasi laporan dari pemerintahan kota. Jadi, warga bisa mengetahui berbagai kegiatan yang ada di ranah rumah sakit, kantor polisi, pemerintahan, dan lain-lain. Keterbukaan atau transparansi tersebut juga bisa diakses oleh wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu.

Maklum, selama ini Kota Batu terkenal dengan tempat wisata yang sejuk dan keren. Setiap harinya tidak pernah sepi oleh pengunjung. Kemungkinan besar, penerapan Smart City yang didukung oleh Lintasarta juga menyasar pada bidang tersebut. Eksotisme tempat wisata di Kota Batu merupakan aset penting yang wajib dijaga demi menyongsong kemajuan kota.

Menyediakan Smart Farming

Keberadaan Smart City diharapkan bisa menjadi jembatan antara petani dengan pihak pemerintahan. Soalnya sektor pertanian memiliki peranan penting terhadap kesejahteraan warga Indonesia. Smart City juga memungkinkan untuk terhubungnya antara pemerintah dengan ahli pertanian. Ke depannya, mungkin akan lebih banyak penyuluhan di Kota Batu.

Biar masyarakat setempat memiliki pengetahuan yang cukup untuk meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas hasil pertanian. Sudah saatnya pertanian di Indonesia meninggalkan cara-cara lama. Dengan sokongan teknologi terbarukan, maka Kota Batu semakin dekat dengan kota-kota di negara maju dalam upaya pemecahan segala permasalahan sektor pertanian.

Smart City Kota Batu nantinya akan lebih menggunakan aplikasi-aplikasi yang saling terkait. Jadi, Lintasarta juga memberikan solusi terkait implementasi yang bisa dimulai secara cepat. Soalnya kinerja aplikasi tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri. Aplikasi yang dibuat oleh Lintasarta juga bisa direplikasi agar lebih menghemat waktu.

Related posts

shares